The Political Structure of
Multicultural Society
(Struktur Politik
Masyarakat Multikultural)
“Wahai
manusia sesungguhnya Aku ciptakan kamu sekalian dari seorang laki-laki
dan
seorang perempuan, dan Aku jadikan kalian bersuku-suku dan berbangsa-bangsa
agar
kalian saling kenal. Sesungguhnya manusia yang paling mulia di antara kamu
adalah orang yang paling bertaqwa” (QS: 49:13)
I. Latar Belakang
Pandangan mengenai multikulturalisme, sebagai suatu paham yang bergerak
untuk memenuhi dan menerima segenap perbedaan yang ada pada setiap individu
manusia, bila tidak dikemas dengan cara yang tepat semisal dalam ranah
pendidikan dan penyadaran, akan memiliki potensi cukup besar bagi terjadinya
konflik antar kelompok. Prinsip keagamaan dimasing-masing kelompok misalnya,
akan mudah menimbulkan “percikan-percikan” konflik antar kelompok yang ada
lantaran adanya beberapa perbedaan yang cukup prinsipil dari masing-masing
kelompok itu. Bahkan dalam sekala lebih luas, manifestasi dari prinsip
multikulturalisme itu bisa merambah hingga perbedaan wilayah geografis, etnis,
budaya, bahasa, agama, keyakinan, pola pikir maupun perbedaan kemampuan (diffable)-secara fisik maupun psikhis.
Perbedaan itulah yang sekirannya tidak segera diatasi/diantisipasi akan menjadi
pemicu konflik. Dan tidak jarang konflik itu akan memicu pada kekerasan fisik,
bahkan hingga terjadi pertumpahan darah.[1]
Terkait
dengan hal tersebut, sebuah masyarakat multikultur pasti akan menghadapi dua
tuntutan yang saling bertentangan dan perlu menemukan sebuah struktur politik
yang memungkinkan masyarakat untuk mendamaikan diri dengan cara yang adil dan
dapat diterima bersama. Struktur politik tersebut harus bisa memupuk rasa
persatuan yang kuat dan kebersamaan diantara warganya.
Juga
sebaliknya, strukrur politik tidak boleh berlaku seperti sebuah persatuan
komunitas yang dapat mengambil alih dan menjalankan keputusan yang secara
kolektif mengikat, mengatur serta melakukan resolusi konflik. Paradoks seperti
yang tampak, semakin besar dan semakin dalam keanekaragaman dalam sebuah
masyarakat, maka semakin besar pula kesatuan dan kohesi yang dibutuhkan untuk
menyatukan mereka dan mempertahankan, keanekaragaman tersebut. Suatu masyarakat
yang lemah merasa terancam oleh perbedaan perbedaan dan kehilangan kepercayaan
dan keinginan untuk menerima dan hidup bersama.[2]
Berdasarkan latar belakang tersebut,
dalam makalah ini akan mengkaji bagaimana struktur politik masyarakat multikultural, terkait dengan
sejarah serta konteks yang ada saat ini.
Selengkapnya dapat diakses di : In Progress...
.jpg)
0 komentar :
Posting Komentar