KASUS KERUSUHAN SUNI-SYIAH SAMPANG
(Sebab, Aktor, dan Pola Kerusuhan)[1]
A. Latar
Belakang
Indonesia merupakan negara Pancasila yang mengedepankan
sifat toleransi, prinsip persaudaraan sesama agama (ukhuwwah Islamiyah), persaudaraan kebangsaaan (ukhuwwah wathaniyyah) dan persaudaraan kemanusiaan (ukhuwwah basyariyah). Dalam agama Islam, sebagaimana agama yang lainnya,
memiliki sejumlah aspek pokok ajaran/doktrin; para penganutnya punya pendekatan
dalam memahami pokok ajarannya (doktrin). Pendekatan ini memunculkan perbedaan.
Hal itu tentu wajar karena agama hidup dalam ruang sejarah, interpretasi, dinamika
keyakinan, dan pengalaman keagamaan, serta cara berpikir. Namun, perbedaan itu
bukan tanpa dasar yang autentik dari sudut doktrin. Orientasi kepada yang
autentik itu dibangun sebagai sikap dasar dalam menetapkan kebenaran setiap
ajaran. oleh karena itu, perbedaan yang autentik ini harus terus diletakkan
sebagai sebuah kerangka dasar dalam pengkajian ilmiah agar pengertian, konsepsi
pokok, dan relevansi ajaran dapat dilihat sebagai dimensi transenden yang
dengannya setiap orang memandang proses pemahaman sebagai sebuah perjalanan eksistensial bertemu dengan kebenaran (Al Haqq/Tuhan). Dalam Islam, dikenal
beberapa mazhab/pendekatan yang mungkin banyak memunculkan kontroversi, yaitu Islam
Syiah vis a vis Islam Sunni.[2]
Terkait dengan hal tersebut kasus
pembakaran rumah dan pengusiran warga Syiah di Sampang, Madura, yang terjadi
pada 29 Desember 2011 dan 26 Agustus 2012,
membelakkan mata banyak orang. Peristiwa itu begitu mengejutkan, karena selama
ini di berbagai media massa diceritakan, bahwa ulama dan warga Sampang yang
mayoritasnya NU adalah orang-orang Muslim moderat, tidak radikal,
anti-kekerasan, dan sebagainya. Gambaran itu tidak keliru. Sebab, memang warga
NU atau kaum Muslim yang mayoritasnya adalah pengikut Ahlu Sunnah wal-Jamaah, memang cinta perdamaian. Ahlu Sunnah wal-Jamaah adalah ajaran
yang tidak berlebihan dalam agama (ghuluw).[3]
Konflik Sunni-Syiah adalah sesuatu yang tidak boleh
terjadi, seandainya semua pihak memahami dengan baik sejarah masuknya Islam di Indonesia. Sejarah Syi‘ah di Indonesia sebetulnya adalah sejarah Islam Indonesia
itu sendiri. Sejak awal, Islam yang masuk ke Indonesia terdiri dari berbagai
mazhab, termasuk Syi‘ah[4].
Terkait dengan hal tersebut dalam makalah ini membahas kasus kerusuhan Suni-Syiah di Sampang dengan
memfokuskan bahasan pada sebab kasus ini terjadi, actor-aktor dibalik kerusuhan,
dan pola kerusuhan, serta diakhiri dengan sebuah analisis (kendala penanganan
konflik dan solusi).
[1]
Makalah disampaikan pada Mata Kuliah : Manajemen Konflik.
[2] A. M.Safwan, “Syiah,
lslam dan Ke-Indonesiaan”, Makalah, Diskusi
Publik Agama, Kekerasan dan Politik penodaan: Membedah Kasus Sunni-syi,ah di
Sampang, Gedung UC UGM Yogyakarta, kerjasama CRCS, PSKP, IIS, FD UIN
Suka, Kamis, 27 september 2012, hlm. 1
[3]
Adian Husaini, “Belajar dari Kasus
Sampang”, dalam, Tabloid Cendekia, Hijrah
Moral untuk Kebangkitan Bangsa, edisi, 01 Januari-Februari 2012, hlm. 17-18
[4] Azyumardi Azra, Jaringan Ulama Timur Tengah dan
Kepulauan Nusantara Abad XVII dan XVIII: Melacak Akar-akar Pembaharuan
Pemikiran Islam di Indonesia (Bandung: Mizan, 1994).
.jpg)
0 komentar :
Posting Komentar